Visiting Lecturer PIAUD UDN dan PIAUD IIQ: Kupas Pendekatan Neuropedagogi dalam Desain Bermain untuk Anak Usia Dini

Jakarta, 10 Juni 2025 — Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Darunnajah (UDN) bekerja sama dengan Program Studi PIAUD Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta sukses menggelar kegiatan Visiting Lecturer secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Selasa, 10 Juni 2025.

Mengangkat tema “Pendekatan Neuropedagogi dalam Desain Bermain untuk Anak Usia Dini”, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari penguatan materi dalam mata kuliah Permainan dan Bermain. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Dwi Puji Lestari, M.Pd, dosen Program Studi PIAUD Universitas Darunnajah Jakarta yang dikenal aktif mengembangkan pendekatan pembelajaran berbasis neurosains dalam pendidikan anak usia dini.

Integrasi Neuropedagogi dalam Dunia Bermain Anak

Dalam pemaparannya, Dwi Puji Lestari menjelaskan pentingnya pendekatan neuropedagogi dalam merancang permainan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendukung perkembangan otak anak secara optimal.

“Permainan yang didesain berdasarkan prinsip neuropedagogi mampu memberikan stimulasi menyeluruh bagi otak anak—baik dari aspek kognitif, emosional, maupun sosial,” ujar beliau.

Beliau juga menekankan bahwa guru PAUD perlu memahami bagaimana aktivitas bermain bisa disusun untuk memperkuat koneksi saraf otak, dengan memberikan contoh konkret seperti permainan sensorik, permainan peran, dan permainan yang melatih regulasi emosi anak.

Antusiasme Peserta dari Dua Kampus

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari kedua institusi, baik dari Universitas Darunnajah maupun IIQ Jakarta. Meskipun dilakukan secara online, suasana kuliah tetap berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Mahasiswa aktif bertanya dan berdiskusi mengenai penerapan konsep neuropedagogi dalam praktik mengajar sehari-hari.

Salah satu peserta, Fitriani—mahasiswi PIAUD IIQ semester 4—menyampaikan bahwa kuliah ini memberikan sudut pandang baru mengenai pentingnya peran guru dalam merancang permainan yang berdampak langsung pada perkembangan anak.

“Ternyata permainan bukan sekadar aktivitas mengisi waktu, tapi bisa jadi jembatan untuk membangun kecerdasan anak secara menyeluruh,” ujarnya.

Penguatan Kolaborasi dan Kompetensi Mahasiswa

Kaprodi PIAUD UDN, Pipit Nuri Mulyaningtias, M. Psi., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara kedua institusi. Ia berharap kegiatan visiting lecturer ini dapat menjadi media penguatan keilmuan sekaligus sarana memperluas wawasan mahasiswa lintas kampus.

“Melalui kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan inspirasi langsung dari praktisi dan akademisi yang kompeten di bidangnya,” ungkapnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi refleksi dan rencana tindak lanjut berupa penyusunan mini-proyek desain permainan berbasis pendekatan neuropedagogi oleh para mahasiswa sebagai bentuk penguatan pemahaman dan implementasi.

 

Bagikan:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *