Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Metode Pengembangan Fisik dan Motorik Anak Usia Dini pada Sabtu, 10 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi capaian pembelajaran mahasiswa yang dirancang berbasis Outcome-Based Education (OBE), dengan menekankan ketercapaian kompetensi secara komprehensif.
Ujian ini dilaksanakan di bawah pengampu mata kuliah Dwi Puji Lestari. Melalui pelaksanaan UAS tersebut, mahasiswa PIAUD tidak hanya diuji pada aspek kognitif terkait konsep perkembangan fisik dan motorik anak usia dini, tetapi juga dituntut memiliki kemampuan aplikatif dan kreativitas sebagai calon guru.
Sebagai mata kuliah yang menekankan praktik, UAS dilaksanakan dalam bentuk penilaian kinerja (performance assessment). Mahasiswa diminta untuk mempraktikkan stimulasi motorik halus melalui kegiatan pembuatan eco print, finger print, dan jumputan sebagai media pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Selain itu, untuk stimulasi fisik atau motorik kasar, mahasiswa ditugaskan menciptakan dan mempraktikkan rangkaian gerakan senam yang dirancang secara mandiri untuk menstimulasi perkembangan fisik anak.
Pelaksanaan UAS ini menegaskan bahwa mata kuliah Pengembangan Fisik dan Motorik tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa dalam merancang pengalaman belajar yang bermakna, aman, dan menyenangkan. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip OBE yang menekankan ketercapaian learning outcomes melalui pengalaman belajar nyata dan kontekstual.
Melalui kegiatan ini, Program Studi PIAUD menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan calon pendidik anak usia dini yang kreatif, inovatif, dan memiliki kompetensi pedagogik yang kuat dalam mendukung tumbuh kembang fisik dan motorik anak secara holistik
UAS Berbasis OBE, Mahasiswa PIAUD Praktikkan Stimulasi Fisik dan Motorik Anak Usia Dini Secara Kreatif




